Music News and Release

Sejarah Ukulele, Si Kutu Loncat

Rabu, 09 September 2020
Aidha Savitri - NusantaraVBC.com

nusantaravbc.com - Jakarta, Siapa sih yang tak kenal dengan ukulele? Ya, perangkat yang terbiasa hadir dalam hampir semua jenis musik ini, adalah alat musik petik sejenis gitar berukuran kecil sekitar 20 inci, dan merupakan alat musik asli Hawaii yang ditemukan sekitar tahun 1879 lohh. Alat musik 'Ukulele', dalam Bahasa Hawaii memiliki arti 'kutu loncat'. Gitar "kecil" ini memiliki 4 sampai 10 senar dan memiliki nada yang besar dan suara yang indah nih guys. ukelele biasanya digunakan sebagai instrument tunggal atau untuk mengiringi berbagai macam alat musik, mulai dari klasik sampai jazz, dan sekarang country, reggae, hingga kini musik rock.

Pelaut dan pedagang Portugal merupakan orang-orang yang pertamakali membawa alat musik ukulele ke Hawaii, dan diperkenalkan serta dimainkan di depan umum untuk pertamakalinya oleh seorang pendatang portugal Joao Fernandez, pada 1879, wah udah tua banget nih sejarah ukulele ya!. ukulele kemudian disebut dengan Braginho karena dibuat pertamakali di Provinsi Braga, Portugal.

Ukulele juga dikenal sebagai cavaquinhos, yang berarti "sepotong kayu kecil, hingga sekarang, nama ukulele yang diserap dari kata "oo-koo-lay-lay” telah diterima di seluruh dunia nih guys .Kata “uku” di Hawaii berarti kutu, alias "kutu loncat.” Fernandez sangat mahir memainkan ukelele, jari-jemarinya sangat cekatan dan seperti terbang ketika memainkan lagu dan memetik kord.

Note Okulele


Dalam perkembangan selanjutnya, ukulele juga menyebar ke berbagai tempat, dari sebelah timur Amerika Serikat, hingga ke Jepang dan Benua Eropa. Pemain profesional macam Lyle Ritz, Led Kaapana, Herb Ohta, Chino Montero, Troy Fernandez, Ben Chong, Peter Moon, Byron Yasui, Andy Sexton, B.B. Shawn, Moe Keale, Tracey Terada, Jake Shimobokura, dan masih banyak lagi orang yang mana membuktikan bahwa ukelele telah menarik perhatian dan akan selalu mendapat tempat teratas dijajaran alat musik bersenar loh guys.

Alat musik ukelele ini ada yang mempunyai 4 utas tali senar dan ada juga yang hanya 3 utas tali senar. Untuk yang 4 senar disebut juga ukulele stem A, memiliki stem nada : g2-b2-e2-a2. Untuk yang 3 senar disebut juga ukulele stem E, memiliki stem nada : g2-b1-e2. Khusus pada ukulele stem E senar b1 yang terletak di tengah, memiliki ukuran yang lebih besar daripada senar lain yang ada di atas dan di bawahnya.

Di Indonesia sendiri nih guys, alat musik ukulele ini dibawa oleh armada portugis (1512) pimpinan alfonso d’alburqueque ke kepulauan maluku. bunyi alat musik dan nyanyian para pelaut ini dirasa aneh oleh para pribumi, karena mereka terbiasa dengan bunyi pentatonic. mereka berusaha untuk menirukannya, tetapi terbentur suatu kenyataan bahwa cengkok serta gaya musik tradisional sangat mempengaruhi penyajian musik para pribumi itu. Inilah yang kemudian menjadi embrio musik keroncong guys.

Bagi bangsa Indonesia, nama itu ada maksud dan ada tujuannya. alat musik gong disebut sebagai gong karena kalau dipukul menghasilkan bunyi “gong”. dinamakan kenong, karena kalau dipukul akan berbunyi “nong”, atau kethuk yang jika dipukul akan berbunyi “thuk”. Untuk keroncong sendiri karena ada alat musik ukulele/ cuk/ krung yang kalau dibunyikan akan menghasilkan bunyi “crung”. Dalam musik keroncong, ukulele menjadi instrumen utama dengan suara “crong crong crong” sehingga musik asli Indonesia tersebut dikenal dengan nama keroncong sejak 1880.

Pada tahun berikutnya, ukulele dibawa ke Pulau Ambon, mampir ke Makassar, dan akhirnya menjadi alat utama musik keroncong di Kampung Toegoe Cilincing, Jakarta Utara loh guys. Sehingga sampai kepada lagu yang diiringi alat musik tersebut, maka lagu itupun dinamakan lagu keroncong. demikianlah musik keroncong ini berkembang dari abad ke abad dan diterima sebagai musik indonesia dengan ukelele sebagai salah satu alat musik pengiring. So, semoga sejarah ukulele diatas bermanfaat ya guys!

Source : www.djarumcoklat.com

Copyright © All rights reserved
Colorlib